logo

 

Written by Agung Dwi Andriyatmoko on . Hits: 66

Sengketa Waris yang Melibatkan Saudara, Janda Tidak Punya Anak dan Anak Angkat di Pengadilan Agama Purworejo Berakhir Dengan Putusan Perdamaian (Akta Van Dading)

perkara waris 1081 pa purworejo agus yunih

PURWOREJO, pa-purworejo.go.id - (10/2) Masalah warisan, masih menjadi hal yang tabu dibicarakan oleh sebagian orang, yang berakibat pada salahnya pembagian. Data Mahkamah Agung (MA), masalah kewarisan menempati posisi nomor dua perkara perdata agama yang ditangani pada 2010 dan 2011. Waris berada di bawah kasus sengketa perkawinan, demikian pernah di realis "Detik Finance" dalam berita tanggal 17 Maret 2017.

Perihal warisan ini gampang-gampang rumit. Gampang jika semua ahli waris memahami ilmunya atau setidaknya mau tahu dan satu pendapat, mana yang akan digunakan. Rumit, jika para ahli waris tidak memahami ilmu warisan dan tidak mau belajar untuk tahu, atau dalam satu keluarga beda agama, mengingat pembagian warisan di Indonesia ada 3 hukum: KUH Perdata, adat dan hukum Islam.

Warisan, bukan hanya sekedar tentang harta peninggalan, tapi tentang kelangsungan hidup, hak anggota keluarga lain yang ditinggalkan: hidup anak istri, sekolah anak, biaya pernikahan anak, infaq, sedekah, wakaf yang harus berkelanjutan meski sudah meninggal (amal jariyah), kelangsungan bisnis, dll.

descente 1081 perkara waris pa purworejo

Baru-baru ini Pengadilan Agama Purworejo telah menjatuhkan putusan berupa akta perdamaian (akta van dading) dalam perkara Nomor 1081/Pdt.G/2019/Pwr. Pada tanggal 5 Februari 2020 atas kasus waris yang telah melalui proses litigasi yang sangat Panjang dan melelahkan, bahkan sudah sampai pembuktian dan siding setempat (descente), tetapi kemudian berakhir damai, dengan 2 (dua) orang mediator, yaitu Dr. Agus Yunih, S.H., M.H.I. dan Drs. H. Ali Sofwan, keduanya hakim pada Pengadilan Agama Purworejo. Pembacaan putusan dilakukan di dalam siding terbuka untuk umum;

perdamaian perkara waris pa purworejo

Menurut Drs. H. Ali Sofwan salah seorang mediator, mengatakan, perjalanan ini sangat penjang dan melelahkan, akan tetapi berkat hidayah Allah swt, akhirnya perkara ini bisa selesai dengan perdamaian, dan tadi oleh Dr. Agus Yunih, S.H., M.H.I. selaku Ketua Majelis Hakim dengan anggota Umar Mukmin dan Saya sendiri, dan putusan perdamaian tersebut telah dibacakan di dalam siding terbuka untuk umum”. Saya berharap lanjut Drs. H. Ali Sofwan perdamaian ini terus dioptimalkan, karena dengan cara seperti ini, bukan saja menyemesaikan sengketa hartanya, tetapi juga dapat memperbaki persaudaraan mereka yang selama ini sudah terkoyak dengan perebutan harta waris. Dan sendiri saya benar, ikut pula mendampingi proses mediasi tersebut dan sungguh diluar dugaan dapat diselesaikan dengan damai, padahal awalnya sangat tipis harapan untuk damai, ini mungkin sebuah mukjizat.
Kepada teman-teman advokat yang sudah koperatif membantu penyelesaian perkara secara damai, Saya selaku “humas” dan atasnama Pengadilan Agama Purworejo mengucapkan terima kasih, semoga menjadi pahala dan kebaikan bagi kita semua. (And/Humas)

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Purworejo Kelas I B

Jl. Pahlawan No. 5 Purworejo, Jawa Tengah 54171
Tlp./Fax (0275) 323180

Email PA Purworejo :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email Kepaniteraan / (*Relaas) :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lokasi Kantor location pin

Tautan Aplikasi