logo

 

Written by Agung Dwi Andriyatmoko on . Hits: 26

'Iddah Takhyiir

Oleh : Erfani, S.H.I., M.E.Sy. (Hakim Pengadilan Agama Soreang)

Sebagai respon terhadap pemahaman ajaran agama Islam yang bias gender, telah muncul gerakan feminisme Islam di Indonesia, yang berlangsung dalam beberapa cara. Pertama, melalui pemberdayaan terhadap kaum perempuan, yang dilakukan melalui pembentukan pusat studi wanita di perguruan-perguruan tinggi, pelatihan-pelatihan gender, baik melalui seminar-seminar maupun konsultasi. Kedua melalui buku-buku yang ditulis dalam beragam tema yang berkaitan dengan perempuan. Ketiga, melakukan kajian historis tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam sejarah masyarakat muslim yang berhasil menempatkan perempuan sejajar dengan dengan laki-laki dan membuat mereka mencapai tingkat prestasi yang istimewa dalam berbagai bidang, baik politik, pendidikan, keagamaan, dll. Keempat, melakukan kajian-kajian kritis terhadap teks keagamaan, baik al Quran maupun hadits, yang secara literal menampakkan ketidaksetaraan antara laki dan perempuan.

Salah satu tema yang secara literal (dianggap) mengandung ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan adalah masa 'iddah yang selama ini berlaku hanya bagi perempuan pasca putusnya perkawinan, sementara laki-laki tidaklah demikian. Kajian pun dimulai dengan mempertanyakan kembali kebersihan rahim wanita (baraaturrahim) sebagai 'illat dalam berlakunya masa 'iddah bagi perempuan. Namun jika kebersihan rahim benar sebagai 'illat, maka kemajuan teknologi khususnya di bidang kedokteran, yang memungkinkan untuk mengetahui kehamilan dalam waktu yang relatif singkat dan dengan hasil yang cukup akurat, menjadi sandungan berlakunya 'illat tersebut secara mapan. Karenanya 'illat kebersihan rahim dalam kewajiban ber'iddah nampaknya tidaklah dapat dipertahankan lagi.

Pun demikian jika maksud dari kebersihan rahim adalah agar kejelasan nasab anak dapat diketahui, dengan kata lain untuk menentapkan ayah dari anak tersebut, tidaklah bisa dijadikan alasan mempertahankannya sebagai 'illat hukum 'iddah. Sebab perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini, telah menemukan cara yang akurat untuk mengetahui ayah dari seorang anak yang lahir yaitu melaui tes Deoxirybo Nucleic Acid (DNA), bahkan pelacakan asal usul keturunan melalui tes DNA ini dapat dijadikan sebagai alat bukti primer.

Meski demikian, kewajiban 'iddah tetap harus dipertahankan dengan beberapa pertimbangan yaitu bahwa 'iddah bermanfaat untuk menjaga kehormatan dan kredibilitas seorang perempuan, karena ada perintah bagi suami untuk menempatkan istri yang ber’iddah dalam tempat tinggal suami, sehingga jika ia ternyata hamil selama masa tunggu itu, ia akan terlindungi dari fitnah. Selain itu, adanya 'iddah dipandang betujuan pula untuk menjamin kesehatan ibu dan anak yang dapat dipahami bahwa suami berkewajiban menanggung nafkahnya serta anaknya bahkan hingga ihwal menyusui anak. Bahkan 'iddah dipandang memiliki fungsi luar biasa dalam upaya mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks (sex-transmitted diseases). baca artikel selengkapnya

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Purworejo Kelas I B

Jl. Pahlawan No. 5 Purworejo, Jawa Tengah 54171
Tlp./Fax (0275) 323180

Email PA Purworejo :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email Kepaniteraan / (*Relaas) :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lokasi Kantor location pin

Tautan Aplikasi