logo

 

Written by Agung Dwi Andriyatmoko on . Hits: 417

Perceraian dan Komunikasi dalam Keluarga

Oleh : Samsul Zakaria, S.Sy., M.H. (Calon Hakim di Pengadilan Agama Kab. Malang)

Ada satu anekdot tentang perbedaan Pengadilan Agama (PA) dan Kantor Urusan Agama (KUA). “Kalau datang ke PA bawaannya sedih karena mau cerai. Kalau ke KUA seneng karena mau nikah,” demikian bunyi anekdot tersebut. Dalam batas tertentu, anekdot tersebut benar. Namun perlu diingat bahwa yang datang ke PA tidak selalu karena perceraian. Dan PA bukanlah lembaga yang tugasnya menceraikan orang.

Perceraian adalah jalan terakhir ketika ragam solusi untuk memperbaiki rumah tangga tidak mungkin ditempuh lagi. Adapun pernikahan tersebut jika dipertahankan justru mendatangkan atau melanggengkan mudharat baik bagi salah satu pihak (suami atau isteri) atau keduanya. Karenanya, Hakim PA tidak ujug-ujug mengabulkan gugatan perceraian sebelum mempertimbangkan bukti-bukti yang dihadirkan dan fakta-fakta persidangan.

Dalam setiap persidangan, khususnya dalam perkara perceraian, Hakim diperintahkan untuk memberikan nasihat kepada para pihak. Nasihat tersebut dimaksudkan agar para pihak, khususnya Pemohon/Penggugat berpikir kembali tentang perceraian yang diajukannya. Pernikahan yang sudah dibangun sebaiknya dipertahankan. Kesalahpahaman yang terjadi dikomunikasikan dan diselesaikan dengan baik di internal keluarga.

Jika pada sidang pertama, Pemohon/Penggugat dan Termohon/Tergugat sama-sama hadir dan Hakim telah menasihati para pihak namun tidak berhasil. Maka Hakim, berdasarkan amanat Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, akan memerintahkan para pihak untuk menempuh mediasi. Dalam mediasi tersebut, mediator akan mengarahkan kepada para pihak untuk mengatasi prahara rumah tangganya agar bisa rukun kembali.

Tidak dimungkiri bahwa perkara gugatan di PA memang didominasi perkara perceraian baik cerai talak maupun cerai gugat. Dalam rentan waktu Januari sampai medio Desember 2019 ini, PA Kab. Malang telah mengeluarkan akta cerai sebanyak 6.746 buah. Angka tersebut menunjukkan jumlah rumah tangga yang harus berujung “perpisahan” di Kab. Malang selama 1 tahun terakhir. Benar bahwa perceraian memang dibolehkan. Namun yang harus diingat, perceraian dibenci oleh Allah.

baca artikel selengkapnya

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Purworejo Kelas I B

Jl. Pahlawan No. 5 Purworejo, Jawa Tengah 54171
Tlp./Fax (0275) 323180

Email PA Purworejo :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email Kepaniteraan / (*Relaas) :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lokasi Kantor location pin

Tautan Aplikasi