Upacara Gabungan PN dan PA Purworejo Peringati HUT MA RI ke-71

Berita PA Purworejo 0
upacara-hut-ma-ri-71-ketua-pa-purworejo

(dari kiri) Ketua Pengadilan Agama Purworejo Drs. Abdul Syukur AS. dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Purworejo Dr. Hj. Mimin, M.H. beserta Hakim PN/PA Purworejo dalam Upacara HUT MA RI ke-71, Jum’at (19/08/2016).

Purworejo | pa-purworejo.go.id

Dua hari setelah merayakan HUT RI ke 71 menjadi hari yang spesial bagi seluruh Warga Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Tepat dihari Jum’at 19 Agustus 2016 adalah Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung RI yang ke-71. Upacara gabungan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Purworejo pun dilaksakan untuk memperingati dibentuknya Mahkamah Agung oleh Presiden RI pertama Ir. Sukarno 71 tahun silam.

Upacara yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Purworejo Abdul Wahib, S.H., M.H. dimulai pada pukul 07.30 WIB. Dihadiri oleh seluruh Hakim dan Pegawai baik Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama Purworejo.

Hari jadi Mahkamah Agung ditetapkan pada tanggal 19 Agustus seiring dengan pengangkatan Prof. Dr. Mr. R.S.E. Koesoemah Atmadja sebagai Ketua Mahkamah Agung RI yang pertama oleh Presiden Soekarno pada tanggal 19 Agustus 1945. Kemudian Hari Jadi ini diresmikan berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI KMA/043/SSK/VIII/ 1999 tentang Penetapan Hari Jadi Mahkamah Agung.

pidato-ketua-pn-purworejo-hut-ma-ri-71

Ketua Pengadilan Negeri Purworejo Abdul Wahib, S.H., M.H. menyampaikan Pidato dalam Upacara Peringatan HUT Mahkamah Agung RI ke-71, Jum’at (19/08/2016).

Seperti yang disampaikan Inspektur Upacara melalui pidato Ketua MA RI Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H. bahwa dalam era negara demokrasi modern saat ini, kepercayaan publik/masyarakat terhadap lembaga publik sangatlah penting. Kepercayaan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan negara kepada lembaga peradilan sudah sepatutnya dibalas dengan kinerja yang amanah dengan menunjukkan kinerja yang profesional dan berintegritas.

Ada dua amanah yang harus dijalankan oleh segenap lembaga peradilan dan aparaturnya. Pertama, agar segenap aparatur peradilan mampu menjaga perilakunya. Perilaku adalah cerminan nilainilai yang hidup dalam suatu organisasi, maka tidaklah berguna semua kebijakan pimpinan Mahkamah Agung, apabila dari waktu ke waktu masih ada saja aparatur peradilan yang tidak hanya gagal memenuhi pedoman perilaku yang berlaku, namun justru terlibat dalam tindak pidana itu sendiri dan memperdagangkan keadilan.

Kedua, agar Pengadilan tingkat banding dapat melaksanakan tugasnya menjadi kawal depan (voorpost) Mahkamah Agung dalam menerapkan dan mengawasi kebijakan. Apalagi dengan sudah terlaksananya pemekaran organisasi di pengadilan tingkat pertama dan banding. Tidak ada alasan untuk tidak memiliki sistem pengawasan yang lebih terkoordinasi dan efektif.

Pada akhir pidatonya, Ketua MA RI berpesan, sebagai warga negara dan warga Mahkamah Agung dalam momen peringatan proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Mahkamah Agung ke 71, mari kita bersama-sama bertekad untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan kita dimulai dari kedisiplinan diri. Tidak boşan rasanya kita harus saling mengingatkan untuk terus bekerja dalam rangka mewujudkan Visi badan peradilan yang agung.

hakim-pegawai-pengadilan-negeri-agama-purworejo-hut-ma-ri-71

Keluarga Besar Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Purworejo usai mengadakan Upacara Peringatan HUT Mahkamah Agung RI ke-71, Jum’at (19/08/2016).

Sebagai warga Mahkamah Agung kita harus bangga atas tanggung jawab kita masing-masing untuk dapat melayani masyarakat sepenuh hati dalam rangka menjaga kemerdekaan bangsa Indonesia secara seutuhnya, dengan berbuat kebaikan dan kebenaran berlandaskan kedisiplinan dan semoga Allah SWT meridhoi segala upaya kita ini. Aamiin.

 

 

Tags:
Informasi SMS Perkara