Tes Kompetensi Dasar Penerimaan Calon Hakim, Mahkamah Agung Gunakan Sistem CAT Badan Kepegawaian Negara

JAKARTA, pa-purworejo.go.id – Mahkamah Agung telah mengumumkan penerimaan Calon Hakim (CAKIM) pada lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, dan Peradilan TUN dengan jumlah total 1.684 orang CAKIM. Pendaftaran telah dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2017, hingga nanti ditutup pada tanggal 26 Agustus 2017.

Dalam tahap Tes Kompetensi Dasar peran Mahkamah Agung adalah 0%. Sejak pendaftaran secara online, soal-soal ujian dan computer yang digunakan ujian peserta, serta tempat penyelenggaraan ujian menjadi kewenangan BKN. Demikian pula mengenai keputusan hasil ujian dan pengumuman kelulusan semuanya yang menentukan BKN. Dalam Tes Kompetensi Dasar ini, Mahkamah Agung tidak dapat mencampuri, dan mempengaruhi proses dan hasil ujian. Sedangkan Mahkamah Agung hanya menyampaikan pengumuman melalui website Mahkamah Agung saja.

Pendaftaran Calon Hakim dilakukan secara online melalui situs https://sscn.bkn.go.id, selanjutnya pada tanggal 05 September 2017 akan diumumkan peserta yang lolos Seleksi Berkas Administrasi, disertai dengan jadwal Pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengan menggunakan sistem CAT (COMPUTER ASSISTED TEST). Penggunaan sistem CAT mampu menjawab kekhawatiran sejumlah pihak yang tidak mempercayai proses seleksi yang dilakukan oleh Mahkamah Agung.

Para peserta diharapkan mempersiapkan mentalnya, belajar dan mempersiapkan diri dengan berlatih dengan baik. Jangan mudah tergiur dengan pihak- pihak yang menjanjikan kelulusan atau dapat membantu untuk dapat diterima sebagai CALON HAKIM, oleh karena hasil proses ini dilakukan oleh mesin yang tidak dapat dimanipulasi” demikian dikutip dari KEPALA BIRO HUKUM DAN HUMAS Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. Abdullah SH., MS., yang disampaikan di ruang kerjanya. Selain itu, Dr. Abdullah, SH., MS., memberikan saran kepada para calon peserta yang akan mengikuti ujian seleksi CAKIM untuk melakukan simulasi ujian CAT sebelum hari pelaksanaanya nanti. Diharapkan dengan sering melakukan simulasi ujian ini, para peserta tidak canggung ataupun gugup pada saat mengikuti ujian resmi. (mahkamahagung.go.id)

 

 

Tags:
Informasi SMS Perkara