Pelaksanaan Tupoksi Sekretaris Pengadilan dalam Rangka Mewujudkan Badan Peradilan Yang Agung

Artikel Peradilan 0

Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Dan Hambatan Pelaksanaan Tupoksi Sekretaris Pengadilan dalam Rangka Mewujudkan Badan Peradilan Yang Agung
Drs. Yusrizal, M.H. (Sekretaris Pengadilan Tinggi Samarinda)

Perubahan organisasi dan tata kerja kepaniteraan dan kesekretariatan peradilan di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 7 Tahun 2015 sejatinyabertujuan untuk mewujudkan kualitas pengelolaan administrasi badan peradilan. Dengan pemisahan kedudukan, tugas dan fungsi antara panitera dan sekretaris tersebut diharapkan terwujud profesionalisme pelaksanaan tugas masing-masing sebagai penyangga utama penyelenggaraan administrasi badan peradilan,sehingga pada gilirannyaakselerasi pencapaian visi Mahkamah Agung, yakni terwujudnya badan peradilan yang agung,segera menjadi kenyataan.

Kesekretariatan pengadilan, sebagaimana dijelaskan dalam Perma tersebut, berkedudukan sebagai aparatur tata usaha negara yang menjalankan tugas dan fungsi di bawah dan bertanggung jawab kepada ketua pengadilan.1Kesekretariatan dipimpin oleh seorang sekretaris yang bertugas memberikan dukungan (supporting unit) pelaksanaan tugas di bidang administrasi, organisasi, keuangan, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana.Dalam melaksanakan tugas tersebut, sekretaris menjalankan fungsinya antara lain: (a) melaksanakan urusan perencanaan, program dan anggaran; (b) melaksanakan urusan kepegawaian; (c) melaksanakan urusan keuangan; (d)melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana; (e) melaksanakan pengelolaan teknologi informasi dan statistik; (f) melaksanakan urusan surat menyurat, arsip, perlengkapan, rumah tangga, keamanan, keprotokolan, hubungan masyarakat, dan perpustakaan; dan (g) melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan dokumentasi serta pelaporan di lingkungan kesekretariatan pengadilan.

Mengingat kedudukan, tugas dan fungsi sekretaris tersebutsebagaiunit penunjang pelaksanaan tugas badan peradilan tersebut sangat urgen, maka seorang Sekretaris Pengadilan, baik pada tingkatpertama maupun tingkat banding, yang bertugas sebagai “Top Manager” di bidang sekretariatan harus mampu memetakan kekuatan (strength), kelemahan (weakness),peluang (opportunities), dan ancaman/hambatan (threats) dalam pelaksanaan tugasnya, agar berjalan efektif, efisien, berdaya guna dan berhasil guna bagi lembaga peradilan, terutama di era globalisasi dengan perkembangan teknologi dan informasi yang demikian pesatnya.

Berdasarkan hal tersebut, maka makalah ini secara singkat menguraikan beberapa pokok-pokok pikiran tentang kekuatan, kelemahan, tantangan, dan ancaman/hambatan pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretaris Pengadilan di era globalisasi demi terwujudnya visi Mahkamah Agung.

Download artikel lengkap

 

 

 

Tags:
Informasi SMS Perkara