Pelaksanaan Mediasi dengan Pendekatan Nilai-Nilai Islam

Artikel Peradilan 0

Pelaksanaan Mediasi dengan Pendekatan Nilai-Nilai Islam dalam Perkara Perceraian, Harta Gono Gini dan Gugatan Harta Waris
Oleh Sutejo (Hakim PA Balikpapan)

Setiap orang yang berperkara di Pengadilan Agama, terutama masalah perceraian, gugatan harta bersama maupun gugatan harta waris, maka jika kedua belah pihak hadir di persidangan, para pihak wajib menempuh proses mediasi dengan i’tikad baik sebagaimana maksud pasal 7 ayat (1) Perma No. 1 tahun 2016. Dan jika pihak Penggugat untuk gugatan harta waris/gugatan harta bersama atau gugatan cerai dan atau Pemohon untuk permohonan cerai talak tidak mau beri’tikad baik untuk menempuh proses mediasi, maka gugatan atau permohonannya akan diputus dengan tidak dapat diterima atau di NO (Niet-Onvanklijk), karena mediasi merupakan syarat mutlak atau sebuah keharusan bagi para pihak yang hadir kedua-duanya.

Dan seorang mediator di dalam menjalankan tugas mediasinya boleh memberikan nasehat yang panjang lebar, tidak terbatas pada posita maupun petitum gugatan sesuai dengan kehendak Perma No. 1 tahun 2016 pasal 25 ayat (1). Ketidak terbatasan di sini dengan tujuan agar para pihak (gugatan perceraian) dapat mencabut perkaranya dan kembali rukun sebagai suami isteri, sedang dalam perkara (harta bersama maupun gugatan harta waris) agar dapat diselesaikan dengan cara damai secara kekeluargaan.

Dari dua pasal tersebut di atas, yaitu pasal 7 ayat (1) dan pasal 25 ayat (1) Perma No. 1 tahun 2016 tersebut, maka penulis mencoba untuk memberikan beberapa sampling penasehatan, dengan harapan para pihak bisa tersentuh hati untuk berpikir ulang di dalam melanjutkan perkaranya di Pengadilan agama, sehingga gugatannya akan berakhir dengan mencabut perkara bagi gugatan perceraian atau permohonan cerai talak untuk rukun kembali sebagai suami isteri yang baik, dan terhadap perkara gugatan harta bersama atau gugatan harta waris dapat berakhir dengan penyelesaian secara damai (terjadi kesepakatan) antara kedua belah pihak yang berperkara.

Di sini penulis akan mencoba memberikan sampling penasehatan terhadap pihak-pihak yang berperkara, khususnya terkait dengan 3 (tiga) perkara yang sering muncul di Pengadilan Agama sebagaimana telah disampaikan di atas, dan meskipun ada 3 (tiga) perkara, namun di sini akan dipisahkan ke dalam 2 (dua) sampling saja, yaitu sampling untuk perkara perceraian dan yang kedua sampling untuk perkara gugatan harta waris maupun gugatan pembagian harta bersama.

A. DALAM PERKARA PERCERAIAN
Sebelum melakukan penasehatan pada para pihak yang akan bercerai, seorang mediator terlebih dahulu menjelaskan tentang tugas dan maksud diadakannya mediasi serta waktu yang disediakan untuk pelaksanaan mediasi, sehingga para pihak sebelum dimediasi telah mengetahui esensi dari pada diadakannya mediasi itu sendiri. Dan sebelum masuk pada penasehatan, seorang mediator hendaknya mengetahui penyebab terjadinya perselisihan dan pertengkaran, yang tentunya bisa digali dari keterangan para pihak ataupun dengan membaca dan memahami dalil-dalil gugatan cerai atau permohonan cerai talak yang diajukan oleh Penggugat atau Pemohon. Dan menurut penulis lebih efektif dengan memahami surat gugatan cerai atau surat permohonan cerai talak, karena hal itu lebih dapat menghindari jawab jinawab antara para pihak secara emosional.

Setelah mediator paham tentang penyebab timbulnya perselisihan maupun pertengkaran, selanjutnya mediator bisa melakukan penasehatan melalui pendekatan nilai-nilai islam terhadap kedua belah pihak secara tepat, sesuai sasaran. Dengan harapan agar keduanya menyadari kesalahannya masing-masing dan mau saling memaafkan, sehingga bisa rukun kembali sebagai suami isteri yang baik.

Apabila penyebab terjadinya perselisihan dan pertengkaran antara suami isteri disebabkan oleh aspek ekonomi kurang cukup, atau aspek perselingkuhan maupun perjudian dan minum-minuman keras, maka penasehatannya tetap diawali secara umum tentang pentingnya pernikahan dan mempertahankan rumah tangga, setelah itu baru masuk pada penyebab terjadinya pertengkaran dari para pihak, kira-kira sebagai berikut :

baca artikel selengkapnya

 

 

Tags:
Informasi SMS Perkara