Media Sosial dan Rapuhnya Lembaga Perkawinan

Artikel Peradilan 0

Media Sosial dan Rapuhnya Lembaga Perkawinan
Oleh Drs Zulkarnain Lubis, M.H. ( Ketua Pengadilan Agama Simalungun )

Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Sosial media meghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu, dengan media sosial ini manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain dimanapun mereka berada dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka, dan tidak peduli siang atau pun malam.

Sosial media memiliki dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya “kecil” bisa seketika menjadi besar dengan Media sosial, begitupun sebaliknya orang “besar” dalam sedetik bisa menjadi “kecil” dengan Media sosial. Media sosial yang trens saat ini facebook, twitter, whatapp, instagram, line dan lain sebagainya.

Mari kita lihat kondisi perkawinan di zaman yang sarat dengan teknologi atau media sosial. Perkawinan saat ini menjadi tak lagi begitu sakral, perceraian bukan sesuatu yang tabu lagi bahkan menjadi cara menaikkan popularitas seseorang. Perkawinan tidak lagi sesakral seperti orang tua kita dahulu yang memelihara dan menjaganya agar tetap utuh. Sebesar apapun gelombang di laut perkawinan tetap utuh. Perceraian membuat rasa malu atau aib yang besar bagi semua anggota keluarga bahkan sekampung ikut malu.

Kebaikan-kebaikan yang ada di dalam rumah tangga saat ini semakin memudar karena semua anggota keluarga mencari kebahagiaannya sendiri-sendiri di luar. Suami menjadi tidak betah berlama-lama di rumah dan lebih memilih kumpul bersama kawan-kawan menjadi hobbi sehari-hari dari pada
menjadi teladan mengimami kehidupan di rumah tangga. Para Suami banyak terkena penyakit “suka selingkuh” dan tidak bertanggung jawab soal nafkah apalagi sekarang akibat media sosial Ini mulai dari facebook, sms, whatapp, bbm, dan lain sebagainya telah menjadi kawan akrab setiap saat. Masing-masing anggota keluarga lebih sering ngobrol di media sosial dari pada dengan isteri dan anak anak. Membawa smartphone kemana saja bukan karena hal penting seperti untuk meningkatkan pengetahuan dan keimanan tetapi untuk senantiasa terkoneksi, bisa chatting atau ngobrol yang tak jelas manfaatnya kecuali hanya untuk senda gurau semata.

Sebelum teknologi informasi seperti sekarang antara anggota keluarga banyak saling berbicara dan bertatap muka, ada kontak fisik hingga ikatan kasih sayang benar-benar terasa indah. Tetapi sekarang akibat teknologi handphone, smartphone, tablet dan lain sebagainya semakin memudarkan komunikasi antara keluarga. Bertemu saudara atau orang-orang yang dikasihi tidak sepenting dulu cukup bertemu melalui sms, Whatapp, bbm apalagi bisa video call. Smartphone telah menjadi segalanya, dimana saja, kapan saja senantiasa dalam genggaman kecuali kalo lagi mandi atau ke toilet. Bahkan di tempat-tempat ibadah, acara ibadah sekalipun ada sebagian orang yang tetap asyik berchatting tanpa menghiraukan orang lain. Mungkin ini gejala permisif memudahkan dan menggampangkan semua sehingga etika dan tata krama, adat istiadat menjadi luntur karena terkontaminasi dengan budaya hidup modern.

Para ibu rumah tangga juga demam dengan sinetron india yang menghanyutkan sehingga banyak ibu menghabiskn waktu di depan televisi sambil berchatting ria melalui fb atau medsos lainnya dari pada mengawasi dan memantau perkembangan anak-anak. Akibatnya Para ibu rumah tangga miskin akan pengetahuan.

Pengadilan Agama telah menjadi saksi mata berapa banyak masalah rumah tangga menjadi hancur berawal dari kesalahpahaman akibat sms, koment atau foto instagram, whatapp atau facebook. Berapa banyak isteri atau suami mendapatkan laki-laki atau wanita idaman lain akibat banyak berchatting melalui FB, Whatapp dan medsos lainnya sehingga akhirnya menimbulkan pertengkaran yang berujung pada perceraian. Terkadang berawal dari kesalahpahaman dan kecemburuan akibat sms masuk yang terbaca oleh pasangan dan akhirnya menimbulkan pertengkaran yang dalam.

baca artikel selengkapnya

 

 

Tags:
Informasi SMS Perkara