Majalah Peradilan Agama : Unjuk Prestasi Dengan Akreditasi

Berita Badilag 0

Majalah Peradilan Agama Edisi 13 ( Juni 2018 ) : Unjuk Prestasi Dengan Akreditasi

Majalah Peradilan Agama kembali menyapa Anda. Dalam tema yang berbeda tentunya. Kali ini majalah hadir di tengah gelora program akreditasi yang begitu masif di Peradilan Agama. Sejumlah Pengadilan Agama (PA) mengikuti Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM) Tahun 2018. Sebagai bahan bacaan tambahan, redaksi sengaja menyuguhkan tema ini agar khalayak bisa memiliki gambaran utuh betapa liku juang sejumlah PA dalam menyongsong akreditasi begitu mengharukan.

Di tengah rentang waktu yang mepet mempersiapkan dokumen, penyesuaian buku standar
yang terbit di menit terakhir sebelum penilaian eksternal, hingga anggaran yang tipis, membuat kerja pembaruan ini semakin terlihat punya nilai juang. Ini bukan soal prestise. Sebab, mengejar gengsi tanpa substansi hanyalah pepesan kosong. SAPM adalah upaya sistematis, kontinyu, dan konsisten sehingga produk pengadilan tidak cacat sehingga bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Jika sebagian pihak beranggapan bahwa program akreditasi hanya akan melahirkan korupsi kebijakan, tentu harus didukung oleh data yang kuat supaya asumsi tersebut tidak terkesan menggeneralisasi. Sebab, dalam banyak pengalaman, sejumlah PA yang sudah mengimplementasikan SAPM, manajemen kepemimpinan semakin kuat dan terarah, strategi dalam memanfaatkan peluang yang dimiliki semakin baik, administrasi lebih tertib, tertata dan terdokumentasi, serta yang lebih penting Pengadilan Agama mampu mengidentifikasi pihak berkepentingan dan mengolahnya dalam identifikasi kebutuhan dan harapan stakeholders. Muaranya masyarakat pencari keadilan yang diuntungkan oleh pelayanan yang prima dan profesional.

Penggarapan Majalah Peradilan Agama Edisi ke-13 bertempat di Kota Gudeg, Yogyakarta. Di sana para redaktur majalah berkumpul menuangkan pikiran, mengumpulkan data, mewancarai beberapa responden, dan mengolahnya dalam sebuah sajian artikel semi ilmiah. Tentu diskusinya lumayan gayeng mengingat program akreditasi ini termasuk “barang” baru. Ditambah standar yang digunakan mengalami banyak pembaruan dibandingkan tahun sebelumnya.

Majalah Peradilan Agama kali ini tampaknya terbit dalam suasana Idul Fitri 1439 H. Luapan kegembiraan membuncah di Hari Kemenangan itu setelah sebuan penuh ditempa puasa Ramadan menaklukkan keegoan diri. Seperti kata Nabi Muhammad kepada pejuang Islam seusai Perang Badar, bahwa umat Islam baru saja menyudahi perang kecil dan akan memasuki perang yang lebih besar, yakni perang melawan hawa nafsu.

Ucapan Nabi Agung tersebut tampaknya sangat relevan dalam konteks implementasi SAPM
di Peradilan Agama. Segenap warga Peradilan Agama baru saja menyudahi “perang” habis-habisan menyempurnakan sejumlah dokumen sesuai cekcklist, mengumpulkan eviden, melengkapi sarana dan prasarana, yang kesemuanya menguras energi dan waktu. Tapi, semua itu hanyalah awal dari peperangan. Karena peperangan yang sesungguhnya ialah menjaga komitmen bersama agar SAPM ke depan tetap diimplementasikan secara konsisten dan produk yang dihasilkan sesuai standar. Ya, komitmen dari mulai unsur top manajemen hingga lapisan bawah memang sangat menentukan keberhasilan SAPM.

Komitmen menurut beberapa literatur adalah keterikatan, perjanjian, atau keterlibatan untuk melakukan sesuatu. Bukti adanya komitmen ialah tindakan nyata untuk melakukan apa yang diperlukan berkaitan dengan apa yang dijanjikan serta tidak mengambil tindakan yang merusak apa yang diperjanjikan. Dalam sebuah institusi, komitmen organisasional mengandaikan keberpihakan dan loyalitas karyawan terhadap organisasi dan tujuan organisasi. Marthin dan Nicholls dalam Amstrong (1991), misalnya, menyatakan bahwa untuk membentuk komitmen dalam organisasi hendaknya diawali dengan rasa memiliki terhadap organisasi, menciptakan semangat dalam bekerja, dan keyakinan dalam manajemen. Begitu pentingnya komitmen bersama, sehingga keberadaanya sangat menentukan tercapai atau tidaknya tujuan organisasi. Akhirulkalam, semoga usai memperoleh status akreditasi, Pengadilan Agama tetap komitmen menjaganya.

Download Majalah Peradilan Agama Edisi 13 (Juni 2018)
Kumpulan Majalah Peradilan Agama

Tags:
Informasi SMS Perkara