Informasi SMS Perkara

Eksekusi Ikrar Talak Atas Putusan Mahkamah Agung

Artikel Peradilan 0

Eksekusi Ikrar Talak Atas Putusan Mahkamah Agung
Oleh Moh. Mujib

Pelaksanaan sebuah putusan pengadilan yang biasa disebut eksekusi merupakan bagian yg sangat penting dalam sebuah praktek peradilan yang telah diatur dalam hukum perdata maupun hukum pidana, karena eksekusi itu sendiri merupakan puncak atau ending dari sebuah sengketa yang selama ini dilalui oleh siapapun yang terlibat dalam sebuah perkara atau kasus.

Eksekusi sendiri telah diatur pada bebarapa aturan baik yang berbentuk peraturan perundang undangan, sema, perma maupun peraturan lainnya bahkan aturan eksekusi tersebut pada peradilan tingkat pertama telah dibuat prosedur standart yang disebut SOP, Pasal 70 undang-undang nomor 7/89 menyatakan :

  1. Pengadilan setelah berkesimpulan bahwa kedua belah pihak tidak mungkin lagi didamaikan dan telah cukup alasan perceraian, maka Pengadilan menetapkan bahwa permohonan tersebut dikabulkan.
  2. Terhadap penetapan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1), istri dapat mengajukan banding.
  3. Setelah penetapan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap, Pengadilan menentukan hari sidang penyaksian ikrar talak, dengan memanggil suami dan istri atau wakilnya untuk menghadiri sidang tersebut.

Dari pasal tersebut telah jelas bagaimana melakukan eksekusi pada cerai talak dimana unrtuk melakukan eksekusi ikrar talak pengadilan tingkat pertama setelah mendapati sebuah putusan telah berkekuatan hukum tetap , putusan tingkat pertama maupun tingkat banding ,maka pengadilan tersebut segera menentukan hari sidang penentuan ikrar talak secara langsung tanpa menunggu adanya permohonan penyaksian ikrar talak yang diajukan oleh pemohon (suami).

Aturan tersebut hanya mengatur tentang ikrar talak atas putusan tingkat pertama dan tingkat banding,padahal dalam perceraian cerai talak maupun cerai gugat permasalahan tidak hanya sampai tingkat pertama dan tingkat banding saja banyak pemohon atau termohon tidak puas atas putusan tingkat pertama atau putusan tingkat banding saja sehingga melakukan kasasi ke Mahkamah Agung bahkan melakukan Peninjauan kembali atau PK, sehingga dengan demiakian yang diatur pada pasal tersebut tidak menjangkau pelaksanaan ikrar talak atas putusan Mahkamah Agung secara langsung seperti yang selama ini dipraktekkan untuk perkara tingkat pertama dan tingkat banding.

Adapun tatacara pelaksanaan eksekusi secara umum telah diatur dengan jelas pada hukum acara perdata dan aturan pelaksanaan di pengadilan namun kenyataan dilapangan tidaklah mudah seperti selayaknya dalam teori,hal ini menyangkut mulai putusan mana yang dapat dieksekusi,siapa yang berhak mengeksekusi dan siapa yg harus mengajukan eksekusi ataukah putusan itu dapat secara langsung dieksekusi ,tanpa memerlukan permohonan dari pemohon eksekusi.

Eksekusi pada dasarnya telah diatur dalam Pasal 196 HIR : Jika pihak yang dikalahkan tidak mau atau lalai untuk memenuhi isi keputusan itu dengan damai, maka pihak yang menang memasukkan permintaan, baik dengan lisan, maupun dengan surat, kepada ketua pengadilan negeri yang tersebut pada ayat pertama pasal 195, buat menjalankan keputusan itu Ketua menyuruh memanggil pihak yang dikalahkan itu serta memperingatkan, supaya ia memenuhi keputusan itu di dalam tempo yang ditentukan oleh ketua, yang selama-lamanya delapan hari.

Pembahasan dalam makalah ini sebelum melalui pembahasan tentang eksekusi ikrar talak adalah pembahasan mengenai arti dari talak itu sendiri dalam kompilasi hukum islam disebutkan dalam pasal Pasal 117 Talak adalah ikrar suami di hadapan sidang Pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan, dengan cara sebagaimana dimaksud dalam pasal 129, 130 dan 131.

Daalam kitab bidayatul mujtahid karya Ibnu rusyd hal 476 menjelaskan bahwa para fuqaha membagi talak itu menjadi dua macam yaitu talak ba’in dan talak raj’i Talak raj’i ialah suatu talak dimana suami memiliki hak untuk merujuk isterinya sebelum masa iddahnya berakhir, hal mana dapat dilakukan kepada isteri yang ditalak tetapi telah pernah digauli, hal ini berdasarkan firman Allah surat At Talaq ayat 1 sebagai berikut :

baca artikel selengkapnya

 

 

Tags:
Informasi SMS Perkara