Berita Acara Sidang Versi e-Court (Suatu Konsep)

Artikel Peradilan 0

Berita Acara Sidang Versi e-Court (Suatu Konsep)
Oleh Muhammad Camuda (Wakil Ketua Pengadilan Agama Denpasar)

Perma Nomor 3 tahun 2018 tentang Administrasi Perkara Di Pengadilan Secara Elektronik yang mulai berlaku pada tanggal 4 April 2018 adalah salah satu terobosan Mahkamah Agung RI dalam berbenah diri dengan memperbaharui system peradilan berbasis elektronik. Hal ini juga merupakan bentuk keseriusan Mahkamah Agung dalam merespon aspirasi masyarakat terkait modernisasi penyelenggaraan peradilan. Jadi Perma nomor 3 Tahun 2018 merupakan reformasi di bidang hukum acara dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Menindaklanjuti perma ini, Dirjen Badilag telah mengeluarkan surat Edaran Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Pengaktifan E-Court Mahkamah Agung Untuk Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dan Surat dengan nomor 1294/DjA/HK.00.6/SK/05/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik.

Pada tanggal 27 November 2018, Dirjen Badilag mengeluarkan surat susulan dengan nomor 3297/DjA/KP.02.3/XI/2018, yang isinya mewajibkan seluruh Pengadilan Agama untuk mengaktifkan e-court Mahkamah Agung paling lambat tanggal 31 Desember 2018. Hal ini berarti bahwa suka atau tidak suka seluruh Pengadilan Agama yang ada di Indonesia harus mengaktifkan e-court Mahkamah Agung di satkernya masing-masing.

Sejalan dengan perintah pengaktifan e-court Mahkamah Agung tersebut, maka tentu masih banyak warga pengadilan khususnya( Hakim dan Panitera Pengganti ) yang bertanya-tanya tentang bagaimana cara sidang terhadap perkara yang didaftar secara elektronik.

Dengan berlakunya Perma tersebut, maka dapat dipastikan bahwa system beracarapun ada sedikit perbedaan dengan acara biasa. Untuk mempermudah pemahaman kita tentang bagaimana beracara secara elektronik, maka lebih tepat apabila kita melihat dalam berita acaranya. Dalam tulisan ini kami mencoba membuat bagaimana tahapan-tahapan sidang terhadap perkara yang didaftar secara elektronik dan untuk selanjutnya dapat didiskusikan agar lebih baik kedepannya.

baca artikel selengkapnya

 

 

Tags: