logo

 

Written by Agung Andri on . Hits: 59

Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Purworejo

pelantikan uray gapima

Purworejo, pa-purworejo.go.id - Pada Hari Rabu, tanggal 28 Mei 2019, telah dilaksanakan Upacara Pengambilan Sumpah Jabatan, Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Purworejo, Uray Gapima Aprianto, M.H., Oleh Ketua Pengadilan Agama Purworejo Bapak Dr. Agus Yunih, S.H., M.H.I.

Acara diawali dengan pembacaan surat keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 74/KMA/SK/IV/2019 tanggal 25 April 2019, kemudian dilakukan pengambilan sumpah Jabatan dan pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Purworejo oleh Ketua. Selanjutnya penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan serta pakta integritas. Ketua Pengadilan Agama Purworejo, Dr. Agus Yunih, S.H., M.H.I. memberikan amanat dalam sambutannya agar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan yang di berikan dengan baik.

pengambilan sumpah uray gapima

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PA Magelang, Wakil Ketua Tanjung Redep Bapak Rifai, S.Ag, S.H., M.H. , para Hakim, Panitera, Sekretaris dan seluruh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pengadilan Agama Purworejo.

Bertempat di Ruang sidang Utama Pengadilan Agama Purworejo acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan dimulai pukul 13.00 WIB, dengan didampingi oleh Rohaniwan Sultan Hakim, S.Ag., S.H. dan sebagai saksi adalah Drs. Umar Mukmin, M.H. dan Drs. H. Ali Sofwan hakim pada Pengadilan Agama Purworejo.

Dr. Agus Yunih, S.H., M.H.I. di dalam sambutannya mengingatkan bahwa tugas pokok pengadilan adalah melaksanakan kekuasaan kehakiman yaitu melayani para pencari keadilan dengan sebaik-baiknya. "Ini tertuang dalam misi kedua Mahkamah Agung (MA) yaitu memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan," katanya. Oleh karenanya, sebagai wakil Ketua Pengadilan Agama Purworejo dengan tugas khusus membantu ketua di dalam pengawasan harus memastikan tidak boleh ada masyarakat pencari keadilan yang menjerit karena mendapatkaan pelayanan buruk dan berbelit-belit dari aparat kita. Jika terjadi ada layanan buruk, disilahkan pengambil tindakan, jika perlu rekomendasikan kepada Ketua untuk diberikan sanksi.

Dalam sambutananya, Ketua Pengadilan Agama Purworejo mengingatkan 10 pesan penting yang disampaikan Dirjen Badilag untuk aparatur peradilan agama, khususnya yang saat ini menjadi pimpinan, sebagai berikut :

  1. Harus mampu menunjukkan pelayanan terbaik. Pengadilan memberikan pelayanan kepada banyak pihak. Ada pelayanan kepada pihak internal, ada pula pelayanan untuk pihak eksternal. Yang harus lebih diutamakan adalah pelayanan eksternal, yaitu pelayanan kepada para pencari keadilan, sejak sebelum pendaftaran perkara, hingga persidangan dan diperolehnya produk pengadilan seperti putusan/penetapan dan akta cerai.
  1. Harus mewujudkan dan memelihara kekompakanSetiap aparatur peradilan agama harus bertugas sesuai tupoksi masing-masing, sehingga tidak ada tugas yang tidak dikerjakan dan tidak ada tugas yang diperebutkan atau tumpang tindih. "Bekerja sama dan sama-sama kerja" ;
  1. Tidak boleh abai terhadap penggunaan anggaranKetua dan wakil ketua pengadilan harus tahu dan selalu memonitor penggunaan anggaran DIPA oleh sekretaris dan jajarannya, terutama anggaran berupa belanja modal. Tahun ini banyak PA/MS yang memperoleh belanja modal untuk keperluan SIPP. Sebagian PA/MS juga mendapat anggaran untuk ATR (Audio to Text Recording) dan e-SKUM. "Pastikan barang-barang yang dibeli sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Jangan asal murah, tapi kualitasnya buruk," Sekretaris harus cerdas didalam menggunakan anggaran, jangan sampai ada penyimpangan, apalagi masuk saku sendiri;
  1. Administrasi perkara harus dikerjakan dengan tertib dan seksamaSeluruh buku register, jurnal dan laporan yang terkait dengan administrasi perkara harus dikerjakan dengan tertib dan seksama. "Percuma sekolah tinggi-tinggi dan datang jauh-jauh kalau malah membawa ketidaktertiban," kata Dirjen Badilag.
  1. Kebersihan kantor harus selalu dijagaKantor pengadilan sudah semestinya bersih dan tertata rapi. Dirjen Badilag tidak ingin gedung-gedung pengadilan di lingkungan peradilan agama yang sudah dibangun dengan uang rakyat itu tidak terawat dengan baik. "Kantor pengadilan harus lebih bersih daripada pasar," Jika perlu libatkan seluruh pegawai untuk menjaga kebersihan kantor;
  1. Perlu menjalin silaturrahmi dengan peradilan dan instansi lainSebagai sesama aparatur peradilan yang berada di bawah MA, hendaknya pimpinan pengadilan dari lingkungan peradilan agama menjalin silaturrahmi dengan unsur-unsur dari lingkungan peradilan-peradilan lainnya. Selain itu, kita perlu melihat-lihat pengadilan lain untuk berkompetisi dalam kebaikan. "Fastabiqul khairot!". Berkomunikasi dengan instansi-instansi lain juga penting, misalnya dengan Disdukcapil dan Kantor Kemenag dalam rangka menyelenggarakan pelayanan terpadu isbat nikah.
  1. Pelajari dan pahami Perma 14/2016Dirjen Badilag menegaskan, Perma 14/2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Ekonomi Syariah memiliki banyak dimensi yang perlu dipelajari dan dipahami. Pimpinan pengadilan harus mengerti lebih awal dan lebih mendalam. “Sekarang kita harus menguasai penanganan perkara dengan acara sederhana. Kita juga harus lebih menguasai mediasi, arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa, serta eksekusi dan pembatalannya dalam perkara ekonomi syariah,”
  1. Budayakan berbagi ilmu dan diskusiDirjen Badilag tidak ingin aparatur peradilan agama membuang waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif, misalnya ngerumpi dan saling menjelekkan satu sama lain. Jika ada waktu luang, hendaknya pimpinan pengadilan membiasakan diri berbagi ilmu dan informasi. Kalau tidak melalui lisan, bisa juga melalui tulisan. Lebih bagus lagi jika diadakan diskusi berkala, berkenaan dengan dinamika hukum dan peradilan mutakhir.
  1. Perhatikan nasib tenaga honorerPimpinan pengadilan betul-betul memperhatikan nasib para tenaga honorer, memperjuangkan para honorer menjadi CPNS jika memungkinkan. “Tanggung jawab pimpinan pengadilan untuk menghidupi seluruh hamba Allah yang ada di pengadilan. Jangan sampai tidak terurus,”
  1. Selenggarakan doa bersama secara rutinSaat ini, banyak persoalan serius yang dihadapi bangsa, negara, dan lembaga peradilan. Pimpinan MA, ujarnya, sedang berjuang untuk memajukan lembaga, serta meningkatkan kewibawaan dan kesejahteraan aparaturnya. “Beliau-beliau berjuang secara fisik, kita berjuang dengan doa,”

uray gapima aprianto pelantikan

Acara di tutup dengan doa oleh rohaniwan dilanjutkan pemberian ucapan selamat kepada Pejabat yang dilantik, pemberian ucapan selamat diawali oleh Ketua Pengadilan Agama Purworejo, dilanjutkan dengan foto bersama para Pejabat dan para tamu undangan.  (Humas)

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Purworejo Kelas I B

Jl. Pahlawan No. 5 Purworejo, Jawa Tengah 54171
Tlp./Fax (0275) 323180

Email PA Purworejo :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email Kepaniteraan / (*Relaas) :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lokasi Kantor location pin

Tautan Aplikasi